CIBINONG – Kalah di putaran pertama Pemilihan Bupati (Pilbup) saat mengusung pasangan Iyus Djuher-Moh Rusdi AS, tak membuat Partai Karya Pembangunan Bangsa (PKBP) patah arang atau lantas berdiam diri menghadapi putaran kedua Pilbup yang dijadwalkan berlangsung tanggal 30 November mendatang. Partai yang dikomandoi oleh mantanĀ Kepala Staf TNI AD Jendral (Purn) R Hartono itu, hampir pasti mengalirkan dukungan suara kader dan simpatisannya ke pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Fitri Putra Nugraha-Endang Kosasih di putaran kedua. Alasannya, NusaE dianggap lebih berpotensi memenangi Pilbup ketimbang pasangan yang diusung PPP dan PDI Perjuangan Rahmat Yasin-Karyawan Faturahman.
Wakil Ketua DPC sekaligus Ketua Badan Pemenangan Pemilu DPC PKPB Kabupaten Bogor Lulu Azhari Luky mengatakan, dukungan PKPB bisa dikatakan sudah hampir 100 persen meski belum menjadi keputusan resmi partainya. Dikatakannya, keputusan resminya akan diumumkan beberapa hari ke depan, karena hal ini masih dibahas bersama pengurus pusat, provinsi dan DPC Kabupaten Bogor. “Akan tetapi, mayoritas pengurus DPC PKPB Kabupaten Bogor mengaku sudah bulat akan mendukung NusaE di putaran kedua Pilbup,” kata mantan Wakil Ketua Majelis Pakar DPC PPP Kabupaten Bogor itu kepada bogorOnline, Kamis (9/10) malam.
Dia menambahkan, dukungan kepada pasangan NusaE bukan tanpa sebab dan alasan. Menurutnya, NusaE merupakan kombinasi figur ideal, dimana perpaduan antara tokoh muda dan senior. Nungki, panggilan populer Fitri Putra Nugraha, dinilai Lulu sebagai tokoh muda yang berwawasan luas, bernyali, memiliki ketegasan dalam memimpin dan juga punya konsep terarah dalam membangun Kabupaten Bogor. Sedangkan Endang, sebagai mantan Ketua DPC PPP dan Ketua DPRD, mempunyai pengalaman memadai untuk membantu Nungki dalam menjalankan pemerintahan.
“Saya menilai keduanya duet pemimpin ideal, walau masih muda Nungki memiliki aura kepemimpinan, apalagi beliau itu berpasangan dengan tokoh berpengalaman seperti Pak Endang, yang tentunya akan sangat pas dalam memimpin Kabupaten Bogor ke depan. Karenanya, saya dan rekan-rekan di PKPB sudah sangat cocok mendukung pasangan NusaE. Jadi dukungan kami ini berdasarkan kalkulasi politik yang jelas dan rasional, kita ini mendukung pasangan yang akan menang,” tegasnya.
Menyinggung pasangan Rahman, Lulu menganggap duet Rahman tidak mampu memimpin Kabupaten Bogor karena sewaktu menjabat di DPRD keduanya gagal menjadikan DPRD sebagai lembaga yang berhasil memperjuangkan kepentingan rakyat. “Pak Rahmat kan menjabat Ketua DPRD dan Karyawan sebagai Wakil Ketua, tetapi kinerja mereka tidak begitu baguslah di mata saya, karena buktinya DPRD tidak sanggup mendorong Pemerintah Daerah untuk melaksanakan pembangunan yang berpihak pada masyarakat. Panitia Anggaran DPRD yang diketuai oleh Pak Rahmat tidak bisa mendorong eksekutif untuk memprioritaskan anggaran pembangunan infrastruktur dan sarana-prasarana umum,” tandasnya.
Namun demikian, Lulu menyatakan dirinya bukan ingin menjelek-jelekan duet Rahman, pernyataannya itu lebih merupakan kritik atas kinerja Rahmat Yasin dan Karyawan selama menjabat Ketua dan Wakil Ketua DPRD. “Kalau saya mah ngomong apa adanya, tak mau pura-pura. Kalau saya lihat jelek, ya saya bilang jelek. Tapi bagaimana masyarakat luas menilai kinerja mereka, ya itu saya tak tahu,” pungkas politisi kawakan yang kini mencalonkan diri sebagai Calon Legislatif untuk DPRD Provinsi Jawa Barat dari Daerah Pemilihan Kabupaten Bogor itu. (KY)
Sumber : Bogor Online



[...] daerah Kabupaten Bogor putaran kedua kabarnya berlangsung 16 Desember mendatang. Ada pula yang menyebut berlangsung 30 November ini. Entah info mana yang benar. Juga saya tak paham siapa saja calon [...]
Oleh: PR Bupati Bogor : Benahi Lingkungan « alonrider on 10 November 2008
at 2:07 pm