Oleh: DPRa Cikeas | 6 Oktober 2009

Pimpinan DPRD Kab. Bogor 2009-2014

CIBINONG – Setelah lama diutak-atik, DPRD akhirnya segera menetapkan pimpinan definitif. Empat pimpinan definitif itu akan merujuk rekomendasi partai.

Pada Rabu (7/10), keempat pimpinan itu diparipurnakan menjadi  pimpinan definitif DPRD periode 2009-2014. Para pimpinan dewan itu antar lain, Ketua DPRD Adjat Sudrajat dari Partai Demokrat, Wakil Ketua I Bambang Gunawan dari PDIP, Wakil Ketua II Fitri Putra Nugraha (Nungki) dari Partai Golkar dan Wakil Ketua III Dadeng Wahyudi dari PKS.

Ketua DPRD Sementara Dedi Mulyadi menyatakan bahwa rapat tujuh pimpinan fraksi menyepakati penetapan pimpinan definitif agar  segera diparipurnakan.

Menurut dia, sesuai Surat Edaran (SE) Menteri Dalam Negeri (Mendagri), pimpinan definitif segera ditetapkan agar tidak mengganggu agenda kerja DPRD. “Rabu (7/10) ini, pimpinan definitif akan diparipurnakan dan semua fraksi sudah sepakat,” katanya.

Bagaimana dengan fit and proper tes? Politisi Partai Demokrat itu menuturkan uji kelayakan tersebut tidak perlu dilakukan karena sudah menjadi kewenangan partai. Namun,  keempatnya diperkenalkan kepada 50 anggota DPRD. “Bentuknya tidak mungkin fit and proper tes, tapi hanya perkenalan,” ujarnya.

Sementara itu, rapat pimpinan fraksi itu berjalan cukup panas. Adu argumen tentang uji kelayakan itu pun memicu perdebatan panjang.

Sumber Radar Bogor menuturkan, fraksi PPP dan Golkar sempat bertentangan. Golkar meminta pimpinan dewan diuji publik agar diketahui masyarakat, sementara PPP merasa tidak perlu dilakukan uji publik.

Ketua Fraksi Golkar Erwin Najmuddin menuturkan bahwa uji kelayakan merupakan usulan dan seharusnya diputuskan bukan diperdebatkan tanpa keputusan final.

“Kami hanya mengusulkan, seharusnya ketua dewan mempertimbangkan dan memutuskan karena tidak ada yang buruk dari uji publik. Bukan ditinggalkan begitu saja tanpa keputusan. Uji itu hanya memberi kesempatan bagi masyarakat agar mengetahui lebih jauh sosok pimpinan dewan,” ujarnya.

Politisi muda itu menambahkan, Fraksi Golkar sepakat menjunjung tinggi SE Mendagri, tapi ada rangkaian yang harus dilalui. Karena uji publik bukan untuk menyudutkan tapi melihat lebih jauh komitmen para pimpinan dewan.

Pengamat politik Universitas Djuanda (Unida) Eri Krisna menilai,  uji publik para pimpinan dewan merupakan langkah positif melihat sejuh mana komitmen, kredibilitas dan integritasnya. Tapi, uji kelayakan harus didesain agar tidak muncul kepentingan golongan,  sehingga tes itu benar-benar profesional untuk kepentingan rakyat.

“Uji publik adalah langkah positif yang seharusnya didukung. Dengan catatan untuk kepentingan rakyat dan profesional,” kata Erik.(dra)

Sumber : Radar Bogor

Oleh: DPRa Cikeas | 10 Februari 2009

Fikri Hudi Oktiarwan ( No. urut 2, Dapil 2)

kalender_2009_oki1

Oleh: DPRa Cikeas | 23 Desember 2008

Eko Syaiful Rohman ( No Urut 1, Dapil 2 )

esr-no1

CIBINONG – Muskab DPD KNPI Kabupaten Bogor berlangsung besok. Bursa ketua DPD KNPI meruncing pada dikotomi orang birokrat maupun nonbirokrat. Hal itu sudah terlihat setidaknya pada dua kandidat kuda hitam dari kubu berseberangan yang berencana maju menjadi ketua KNPI.

Direktur Eksekutif LSM P-Sigma Aminudin melempar bola dengan mengatakan, jika calon dari birokrat kembali memimpin organisasi pemuda terbesar itu, dipastikan KNPI hanya menjadi pagar ayu kekuasaan. “KNPI banyak kehilangan momentum dalam memberikan kritik pada Pemkab Bogor,” katanya.

Lantas, ia mencontohkan lemahnya kritik dari KNPI saat beberapa kali ada mutasi pejabat di lingkungan Pemkab Bogor. “Selama terjadi mutasi, KNPI diam seribu bahasa. Saya tidak pernah dengar suara kritisnya,” ujarnya mengkritisi. Dia melihat ketua KNPI terdahulu masih canggung dan cenderung takut mengkritisi ketidakberesan mekanisme di tubuh Pemkab Bogor.

“Mungkin karena posisinya sebagai staf di dalam lembaga eksekutif. Jadi, walaupun sebagai raja di lingkup organisasi pemuda, tetap saja tak berdaya,” tambahnya.

Untuk itu, Aminudin yang juga ikut serta dalam bursa pemilihan melalui OKP HMI berharap ketua KNPI ke depan mampu menciptakan berbagai inovasi kegiatan. Dana yang cukup besar dari APBD, menurut dia, merupakan modal awal untuk membangun kegiatan kepemudaan positif.

“Jika perlu mendatangkan lebih banyak lagi pemasukan dana. Terpenting dana yang diperoleh berasal dari sumber yang halal dan tidak mengikat,” katanya.

DPD KNPI setiap tahunnya mendapatkan dana Rp500 juta yang berasal dari APBD Kabupaten Bogor. Dana sebesar itu untuk mendanai seluruh kegiatan KNPI selama satu tahun.

Sementara kandidat lain dari birokrat Yadi Mulyadi tak setuju dengan pendapat Aminudin. Ia menyatakan tidak masalah dari mana pun ketua KNPI berasal, baik dari birokrat maupun nonbirokrat. Menurut dia, KNPI Kabupaten Bogor akan maju jika ketuanya memiliki tanggung jawab moral sebagai pemuda.

“Pemuda sekarang kebanyakan mengikuti alur yang ada, tidak terlihat ciri khasnya. Ketua KNPI ke depan harus bisa menciptakan ciri khas itu,” kata Kepala Sekolah SMPN 2 Sukaraja ini.

Yadi yang dianggap kuda hitam ini dipastikan mencalonkan diri dengan didukung Ikatan Keluarga Besar Putra-Puteri Korpri (Ikapri). Track record-nya di birokrat Kabupaten Bogor, selain sebagai kepala sekolah, juga menjadi pengurus Bidang Pendidikan dan Penataran KONI Kabupaten Bogor dan Sekretaris Umum Persikabo.

Bila dirinya terpilih menjadi ketua KNPI, ia berjanji memberdayakan organisasi untuk memacu para pemuda melahirkan ide-ide cemerlang. KNPI Kabupaten Bogor akan dibawanya ke arah pengembangan pendidikan dan olahraga bagi para pemuda Kabupaten Bogor.(ndi)

“Masih banyak pemuda yang putus sekolah. Saya berharap KNPI bisa memberdayakan lembaga pendidikan nonformal, seperti kelompok belajar dan lembaga pendidikan masyarakat,” katanya. Walaupun berasal dari birokrat, Yudi yakin tidak akan ada intervensi eksekutif dalam menjalankan kepengurusan organisasi kepemudaan ini.

Sumber : Radar Bogor

Oleh: DPRa Cikeas | 2 Desember 2008

8 ETIKA KAMPANYE DALAM ISLAM

BAYAN DEWAN SYARI’AH PUSAT PARTAI KEADILAN SEJAHTERA
TENTANG
8 ETIKA KAMPANYE DALAM ISLAM
NOMOR : 23/B/K/DSP-PKS/1429

Kampanye adalah upaya mempropagandakan partai dan program-programnya dalam rangkamenarik dukungan dan simpati masyarakat. Kampanye merupakan bagian penting dalam percaturan politik. Melalui kampanye, suatu partai dapat memperkenalkan programprogramnya, sekaligus dapat menarik simpati pemilih agar memberikan hak suara dan dukungan mereka kepada partai tersebut. Dari pemahaman ini, kampanye memiliki kesamaan dengan dakwah. Oleh karena itu, pelaksanaan kampanye perlu diatur agar sesuai dengan Etika Islam, dan tidak menyimpang dari garis-garis yang ditetapkan Syari’at Islam. Terutama bagi partai-partai yang menyatakan dirinya Partai Islam atau Partai yang berasaskan Islam.
Allah SWT berfirman dalam surat An Nahl:125,
Artinya: “Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik”.
Hadits Nabi SAW:
Artinya: “Barang saipa yang menunjukkan pada kebaikan maka baginya mendapat pahala seperti orang yang melakukan kebaikan tersebut” (HR Muslim).
Artinya: “Setiap kebaikan adalah shadaqoh” (HR Bukhari)Bagi Partai Keadilan Sejahtera, yang mengikrarkan dirinya sebagai Partai Dakwah, berkampanye harus sesuai dengan adab-adab Islam, di antaranya:

1. Ikhlash (Keikhlasan)
Ikhlas dan Membebaskan Diri dari Motivasi yang Salah dan Rendah. Kampanye dalam Islam merupakan bagian dari amal shaleh dan ibadah, maka dari itu perlu diperhatikan keikhlasan niat dan ketulusan motivasi setiap hati nurani para penyelenggara, peserta terutama da’i dan juru kampanye. Agar kampanye yang dilakukan tidak hanya berdampak pada masalah-masalah keduniaan, tetapi juga mendapat keridhaan dan keberkahan Allah SWT. serta pahala kebaikan di akhirat. Allah SWT. berfirman dalam surat Al Bayyinah 5, artinya: “Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan keta’atan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama dengan lurus”.
Pada saat kampanye, faktor-faktor yang merusak keikhlasan harus dijauhi. Arogansi atau kesombongan yang disebabkan oleh banyaknya pengikut atau kelebihan lain, juga harus dihindari. Allah SWT. berfirman dalam surat Al Anfal 47, artinya: “Dan janganlah kamu menjadi seperti orang-orang yang keluar dari kampungnya dengan rasa angkuh dan dengan maksud riya kepada manusia serta menghalangi (orang) dari jalan Allah. Dan (ilmu) Allah meliputi apa yang mereka kerjakan”.
2. Tha’ah (Keta’atan)
Ta’at dan Komitmen kepada Seluruh Aturan Allah, Perundangan yang Berlaku, dan Arahan
Partai. Pada saat kampanye, terkadang larut dalam berbagai acara dan pembicaraan yang membuat lupa atau mengabaikan keta’atan kepada Allah, seperti kewajiban shalat. Bagi seorang muslim, saat berkampanye jangan sampai mengabaikan keta’atan kepada Allah apalagi sampai kepada tingkat melalaikan diri dan orang lain dari jalan Allah. Demikian halnya dengan keta’atan kepada aturan yang berlaku, dan arahan partai yang berkenaan dengan kampanye sebagai bentuk ketaatan kepada ulil amri, hendaknya diperhatikan. Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari seorang diri, dan dari padanya Allah menciptakan isterinya; dan dari pada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu.
Allah berfirman:
“Dan di antara manusia (ada) orang yang mempergunakan perkataan yang tidak berguna untuk menyesatkan (manusia) dari jalan Allah tanpa pengetahuan dan menjadikan jalan Allah itu olok-olokan. Mereka itu akan memperoleh azab yang menghinakan.” (QS. Luqman, 6)
3. Uswah (Keteladanan)
Menampilkan dan Menyampaikan Program-program Partai dengan Cara dan Keteladanan yang Terbaik (Ihsan). Di antara etika kampanye yang terbaik dan simpatik adalah mengedepankan keunggulan partai yang bersangkutan, tanpa perlu menjelekkan dan mengejek orang, partai atau golongan lain seperti black campaign. Partai yang baik dan program yang bagus juga harus disampaikan dengan cara yang bagus dan profesional. Rasulullah SAW. bersabda:
“Sesungguhnya Allah mewajibkan untuk berbuat sebaik-baiknya (ihsan) dalam segala sesuatu”
(HR. Muslim).
Di antara kampanye yang efektif adalah dengan cara memberi keteladanan yang terbaik. Bahasa perilaku sering lebih efektif daripada bahasa lisan. Kampanye adalah memikat dan menarik simpati orang. Rasulullah saw. bersabda:
“Mu’min yang paling sempurna imannya adalah yang paling sempurna akhlaknya” (HR. Abu
Dawd, At Tirmidzi, Ahmad)
4. Shidq (Kejujuran)
Jujur, Tidak Berdusta /Berbohong atau Mengumbar Janji Kejujuran merupakan salah satu kunci sukses berkomunikasi politik. Berbagai kebaikan akan menyertai kapan, dimana, dan siapa saja yang komitmen dengan kejujuran. Kampanye tidak boleh menghalalkan segala cara. Tujuan luhur tidak boleh dirusak oleh cara yang kotor.
Berbohong adalah perbuatan terlarang dalam Islam, apalagi yang dibohongi itu orang banyak, sudah tentu bahayanya lebih berat. Berbohong adalah menyampaikan sesuatu yang tidak sesuai dengan keadaan sebenarnya. Rasulullah SAW. besabda:
“Berpeganglah kamu dengan kejujuran, karena jujur itu menujukkan (jalan) kepada kebaikan, dan kebaikan itu menunjukkan (jalan) ke sorga. Dan seseorang yang senantiasa jujur dan selalu menjaga kejujuran sampai dicatat disisi Allah sebagai orang yang jujur. Dan janganlah kamu berdusta, karena dusta mengantarkan pada kemaksiatan (kecurangan) dan kemaksiatan (kecurangan) itu mengantarkan ke neraka. Dan seseorang yang senantiasa berdusta dan terus melakukan dusta sampai dicatat disisi Allah sebagai pendusta” (HR. Muslim).
Kondisi yang tidak terkendali, juga bisa mengakibatkan seseorang larut dalam perilaku dan orasi yang cenderung mengumbar janji muluk yang tidak mungkin dilaksanakan. Hal ini harus diperhatikan oleh seorang da’i/ juru kampanye. Janji pasti akan dipertanggung-jawabkan di Akhirat. Allah SWT. berfirman dalam surat Al Israa’:34, artinya: “Dan penuhilah janji; sesungguhnya janji itu pasti diminta pertanggungjawabannya”.
5. Ukhuwwah (Persaudaraan)
Tetap Menjaga Ukhuwah (Peraudaraan), Tidak Ghibah, Caci Maki, dan Cemooh. Kampanye bukanlah arena untuk memuaskan selera dan hawa nafsu. Perkataan yang diucapkan dan sikap yang ditampilkan harus senantiasa mencerminkan rasa ukhuwah Islamiyah. Tidak boleh berprasangka buruk apalagi melontarkan tuduhan-tuduhan yang tidak beralasan, karena hal itu akan menimbulkan kerenggangan dan perseteruan yang mengganggu ukhuwah. Allah SWT berfirman dalam surat Al Hujuraat 10, artinya:
“Sesungguhnya orang-orang mu’min adalah bersaudara karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu dan bertakwalah kepada Allah supaya kamu mendapat rahmat”.
Rasulullah SAW. bersabda:
“Janganlah saling hasad, saling membuka aib, saling benci, saling berpaling, dan janganlah kalian menjual dagangan saudaramu, jadilah kalian hamba-hamba Allah yang bersaudara. Muslim dengan sesamanya adalah saudara, tidak saling menzhalimi, saling menghina, meremehkan. Takwa letaknya ada disini (Rasulullah SAW menunjuk pada dadanya 3x ). Seorang sudah cukup dianggap jahat jika menghina saudaranya. Setiap muslim dengan sesamanya adalah haram; darah, harta dan kehormatannya”(HR. Muslim).
Dalam kampanye juga tidak dibolehkan mengeluarkan kata-kata yang melukai harga diri dan martabat seseorang atau lembaga yang dihormati oleh Syari’at. Allah SWT berfirman di surat Al Hujuraat 11 dan 12, artinya:
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olok) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olok) dan jangan pula wanita-wanita (mengolok-olok) wanita-wanita lain (karena) boleh jadi wanita-wanita (yang diperolok-olok) lebih baik dari wanita (yang mengolok-olokan) dan janganlah kamu panggil-memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. Seburuk-buruknya panggilan ialah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barangsiapa yang tidak bertaubat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim. Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian dari prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebagian kamu menggunjing sebagian yang lain. Sukakah salah seorang diantara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati ? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang”.
Rasulullah SAW. bersabda:
“Mencaci maki seorang muslim adalah suatu kefasikan dan membunuhnya suatu kekafiran.” (Muttafaqun ‘alaihi).
6. Tarbawy (Edukatif)
Komitmen dengan Nilai-Nilai Edukatif, Persuasif dan Tidak Memaksa atau Mengancam/Mengintimidasi, Tertib dan Tidak Menggangu, dan Menghindari Acara yang Kurang Bermoral. Kampanye adalah salah satu sarana pendidikan politik yang menjunjung tinggi nilai-nilai moral dan kesantunan, di samping sebagai sarana da’wah yang memiliki makna mengajak dengan cara persuasif, tidak memaksa atau mengintimidasi. Dalam kampanye tidak boleh memaksa dan memaksakan kehendak kepada orang lain. Termasuk mempengaruhi dan mempolitisir supaya menerima dan memberikan hak pilihnya kepada partai tertentu dengan berbagai cara yang bersifat memaksa atau terpaksa, seperti dengan cara politik uang. Dengan demikian, kampanye edukatif ini menuntut setiap partai dan juru kampanye/da’i agar lebih inovatif, kreatif, dan proaktif. Massa pemilih mempunyai hak dan kebebasan memilih suatu partai sesuai dengan pilihan hati nurani. Sebagaimana dalam memeluk agama, manusia diberikan hak untuk beragama sesuai keyakinannya, apalagi dalam hal berpartai. Allah SWT. berfirman dalam surat Al Baqaarah: 256, artinya:” Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat”.
Saat kampanye, juga harus diperhatikan hak orang lain terutama hak jalan. Jika kampanye menggunakan cara pengerahan masa dan sejenisnya, maka harus dilakukan secara tertib dan terkendali. Hak pengguna jalan harus diberikan dan dilarang merusak atribut partai lain.
Rasulullah SAW.bersabda:
“Jauhi oleh kamu duduk di (pinggir) jalan. Mereka berkata: Wahai Rasululah, kami tidak bisa menghindari duduk (di pinggir jalan) (saat) kami (perlu) bercerita. Maka Rasulullah SAW. Bersabda (lagi): Jika kamu sekalian enggan (dan tetap harus duduk di) majelis (tersebut), maka berikanlah hak jalan. Mereka berkata: Apakah hak jalan itu? Beliau bersabda: menjaga pandangan, tidak mengganggu, menjawab salam, dan ama ma’ruf serta nahyi munkar.” (HR.Muslim)
Rasulullah SAW.bersabda:
Artinya: “Janganlah menimbulkan kerusakan pada diri sendiri dan orang lain” (HR, Malik, Ibnu
Majah, Ahmad, dan ad-Daruqutni).
Demikian pula dengan acara atau hiburan yang tidak mendidik bahkan cenderung tidak moral.
Karenanya harus dihindari hiburan yang menampilkan unsur pornografi-pornoaksi dan hal-hal
yang dilarang oleh agama, aturan maupun adat. Rasulullah saw. Bersabda: “Dan seorang yang berhijrah adalah orang yang meninggalkan apa saja yang Allah larang”.
(HR. Bukhari)
7. Tawadlu’ (Rendah Hati)
Rendah Hati, Tidak Menyombongkan Diri, dan Tidak Mudah Menuduh Orang Lain. Akhlak Islam mengharuskan agar suatu partai tidak menganggap dirinya paling baik apalagi paling benar, misalkan anggapan partainyalah yang paling Islami, sedang orang lain dan partai lain tidak ada yang benar. Juga tidak mudah menuduh kalangan lain melakukan suatu kesesatan atau perbuatan bid’ah. Cara ini bukan cara yang Islami. Menyampaikan keunggulan sendiri boleh saja, tetapi tidak harus mengklaim apalagi menyombongkan diri sebagai yang terbaik atau paling Islami.
Mengakui keterbatasan diri sebagai manusia dan keterbatasan partai sebagai kumpulan komunitas manusia adalah bagian dari sifat rendah hati yang disukai siapapun. Selanjutnya menggantungkan rencana dan program pada Allah SWT. Tujuan berpolitik dalam Islam tidak lain adalah mencari ridha-Nya. Allah SWT. berfirman di surat An Najm 32, artinya: “Maka janganlah kamu mengatakan dirimu suci. Dialah yang paling mengetahui orang yang bertakwa”.
Rasulullah saw. Bersabda :
‘Barangsiapa yang rendah hati untuk Allah satu derajat, niscaya Allah mengangkatnya satu
derajat sampai menjadikannya di kalangan orang-orang tertinggi, dan siapa saja yang
menyombongkan diri terhadap Allah satu derajat, maka Allah akan menurunkannya satu
derajat sampai menjadikannya di kalangan orang-orang paling rendah.’ (HR. Ahmad).
8. Ishlah (Perbaikan)
Memberikan Nilai Kemaslahatan, Solusi, dan Perbaikan bagi Seluruh Bangsa. Kampanye hendaknya dapat memberi kemaslahatan bagi bangsa baik material maupun spiritual, dan menghindari kampanye yang tidak berguna, sia-sia, apalagi menimbulkan dosa. Dalam hal pembuatan spanduk, stiker, atau perangkat kampanye lain, juga harus memuat pesan yang baik bagi masyarakat. Rasulullah SAW. bersabda, artinya: “Di antara kebaikan Islam seseorang, (dia) meninggalkan apa-apa yang tidak berguna” (HR. Malik, At-Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Ahmad). Kampanye yang mengarah langsung pada problem solving (pemecahan masalah) yang sedang dihadapi bangsa Indonesia, seperti menggagas penyelamatan bangsa, shilaturrahim, aksi-aksi kepedulian sosial, advokasi, penyuluhan hukum, dan ceramah agama, lebih baik dari hanya sekedar slogan kosong. Rasulullah SAW. Bersabda:
“Wahai manusia sebarkanlah salam, berilah makanan, sambunglah hubungan silaturahim, dan shalat malamlah ketika manusia tidur, niscaya engkau akan masuk surga dengan selamat” (HR Ibnu Majah, Ahmad, Ibnu Abi Syaibah, dan Hakim dalam Mustadrak-nya mengatakan shahih menurut syarat Bukhari dan Muslim)
Inilah beberapa adab kampanye yang perlu diperhatikan, mudah-mudahan dapat berguna bagi Partai Keadilan Sejahtera dan partai lainnya. Sehingga ketertiban dan keamanan saat kampanye dapat terwujud, korban jiwa dapat dihindari, dan upaya mempercepat tumbuhnya iklim demokrasi yang beradab dan bermartabat di Indonesia menuju Baldatun Thayyibatun wa Rabbun Ghafur akan terjamin dan segera terealisasi.

Jakarta, 17 Dzulqa’dah 1429 /19 November 2008

DEWAN SYARI’AH PUSAT
PARTAI KEADILAN SEJAHTERA

KH. DR. SURAHMAN HIDAYAT, MA
KETUA

Oleh: DPRa Cikeas | 2 Desember 2008

Daftar Caleg DPRD Kab. Bogor 2009-2014

Inilah daftar para calon anggota DPRD Kab. bogor periode 2009-2014 untuk Dapil 2 ( Gunung Putri, Klapanunggal, Cileungsi, Jonggol, Cariu, Sukamakmur, dan Tanjungsari). Semoga informasi ini bisa memberikan manfaat bagi pembaca dalam menentukan pilihannya dipemilu 2009.
Silahkan download disini

Unggul sementara berdasarkan hasil real count Radar Bogor tidak membuat Rachmat Yasin besar kepala. Setelah menerima banyak ucapan selamat dari berbagai pihak, dia bersiap menjalankan program pembangunan Kabupaten Bogor  seperti yang digembar-gembornya saat kampanye. Apa saja langkah strategisnya? Berikut petikan wawancara eksklusif dengan Rachmat Yasin saat mengunjungi redaksi Radar Bogor pukul 00:00 WIB dini hari tadi.

Selamat, Anda unggul sementara di hampir semua kecamatan. Faktor apa saja yang menentukan kemenangan pasangan Rahman?

Terima kasih. Begini, masyarakat ada yang kecewa karena Pilbup harus diulang. Itulah sebabnya ada masyarakat simpati pada saya.

Kemudian, ada kesan Rachmat Yasin itu dikeroyok. Ini yang utama. Saya juga melihat, masyarakat Indonesia lebih suka hal-hal yang melo atau yang sedih-sedih. Nah, sudah kemenangan digagalkan, ya dikeroyok juga. Akhirnya, 40 kecamatan kita babat.

Selain itu, faktor popularitas ada pengaruhnya. Sudah sejak tiga tahun saya turun ke masyarakat.

Adakah perubahan yang mendasar dalam sistem birokrasi dan pemerintahan? Apakah Anda sudah menyiapkan kabinet baru?

Saya jadi bupati atau tidak juga pasti ada perombakan. Kenapa? Karena PP No 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah sudah mengisyarakatkan ada reorganisasi. Nah, sekarang kan ada SKPD yang baru sesuai Perda No 11 Tahun 2008.

Ketika perda itu akan digunakan dan kemungkinan saya menjadi bupatinya, ya tetap baru perangkatnya itu. Ya, saya berangkatnya dari nol kilometer. (wawancara disambut gelak tawa di ruang redaksi Radar Bogor)

Apakah semua camat atau kepala dinas akan diganti?

(Rachmat hanya tersenyum).

Bagaimana dengan munculnya krisis global belakangan ini. Apa pengaruhnya bagi Kabupaten Bogor?

Krisis global ini harus kita perhatikan. Sebab, krisis sekarang lebih parah dari krisis sepuluh tahun lalu. Kalau 1998, krisis terjadi di bawah. Sekarang dibalik, krisisnya di atas dan kita terkena imbasnya.

Lalu, apa antisipasinya karena sekarang angka pengangguran di Kabupaten Bogor semakin banyak?

Ya, kita gunakan konsep empowering (pemberdayaan). Untuk Kabupaten Bogor, sebetulnya kita punya potensi memberdayakan masyarakat dengan konsep ekonomi tradisional. Materi itu barter, sebab suplai (pasokan) dan demand (permintaan) terkadang tidak berimbang.

Logikanya begini, di Bogor Barat banyak potensi pertanian. Tapi, kenapa produknya dijual ke Pasar TU (Pasar Induk Kemang, red). Kenapa harus begitu? Kenapa tidak dijual di wilayah Bogor Barat saja. Produknya berasal dari masyarakat dan hasilnya dinikmati juga oleh masyarakat setempat. Jadi, ekonomi konvensional juga akan kita gunakan untuk mengatasi krisis global.
Bagaimana mengelola dana APBD yang mencapai Rp1,9 triliun agar bisa optimal?

Kalau dilihat dari kacamata ekonomi, APBD itu kan adalah modal awal. Kalau kita menggunakan prinsip ekonomi, kita tidak perlu menggunakan modal awal itu, tapi bagaimana kita menggunakan magnet agar bisa menarik uang dari luar.

Hanya saja kelemahannya, kita tidak pernah mengembangkan komoditi ekonomi untuk jadi nilai jual yang bagus dan menguntungkan. Makanya, kita akan mengembangkan ekonomi berbasis pasar.

Gambarannya begini, kenapa setiap musim hujan Jakarta selalu banjir padahal kita yang hujan. Air mengalir ke Jakarta, tapi kita tidak pernah memikirkan tempat pembuangannya bagaimana. Kita ingin sharing bagaimana menangani itu.

Sebenarnya air yang menuju Jakarta mengalir melalui sembilan sungai. Nah, aliran sungai ini terhambat oleh sampah, aliran yang menyempit karena mal dan lain-lain. Sebenarnya ini bisa diatasi, bagaimana? Sumber sampah di Jakarta itu adalah Pasar Kramat Jati.

Di tempat itu barang-barang dari berbagai daerah dikemas sebelum masuk ke Kota Jakarta. Sampahnya dibuang dan masuk tinggal dijual ke masyarakat. Aktivitas ini menjadi kegiatan rutin di sana, dan orang jadi bingung mau buang sampah ke mana? Nah kita bantu mengurangi sampah itu, tapi bagaimana caranya? Kita pindahkan Pasar Kramat Jati ke Bogor.

Semua produk yang datang dari Sukabumi, Cipanas dan lain-lain yang masuk ke Jakarta, sampahnya pasti dibuang ke Bogor. Jika begitu, kenapa produknya harus masuk ke Jakarta dulu jika sampahnya harus dibuang ke Bogor, kenapa tidak di Bogor saja dikemasnya, dan sampahnya tinggal dibuang di tempat yang sama. Kan kita punya punya TPST Bojong.

Ini posisi tawar kita. Biar Jakarta yang memasarkan, tapi kita yang memprosesnya. Kita sudah memikirkan efek dominonya. Jika Pasar Kramat Jati dipindahkan ke Bogor makan akan menyerap tenaga kerja, kemudian kita bisa memberdayakan potensi pertanian. (man)

Oleh: DPRa Cikeas | 2 Desember 2008

Nu Sae Akui Kemenangan Rahman

CIBINONG – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bogor belum mengeluarkan pengumuman resmi hasil perolehan suara Pilbup putaran kedua, namun tim Nu Sae melalui juru bicaranya Hidayat Royani lebih awal mengakui keunggulan pasangan Rahman ketika penghitungan perolehan suara masih berlangsung, kemarin.

Pernyataan Hidayat dilontarkan setelah melihat data perolehan suara sementara yang dikeluarkan PKS, parpol yang empat hari menjelang Pilbup putaran kedua menyatakan dukungannya secara resmi kepada Nu Sae.

“Dari hasil penghitungan suara sementara, kami mengakui kemenangan Rahman,” ujar Hidayat sedikit lesu menjawab dan bernada kecewa ketika dihubungi Radar Bogor melalui ponselnya.

Hidayat secara gentle (ksatria) juga mengakui langkah tim Rahman secara teknis lebih unggul serta didukung kekuatan sumber dana yang memadai. Namun, Hidayat sedikit kecewa terhadap kemenangan telak pasangan Rahman. Ia mengaku menerima laporan dari beberapa kecamatan tentang praktik money politic (politik uang) yang dilakukan Rahman. Dirinya meminta agar aparat yang berwenang, yakni Panwas dan aparat kepolisian, segera memproses secara hukum.

Hidayat sangat menghendaki hukum harus ditegakkan sebagai bagian dari proses pendidikan politik, sehingga ke depan praktik seperti itu tidak terjadi lagi.

Terlepas dari cara apapun yang digunakan tim Rahman, Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Bogor ini tetap memuji kemenangan rival Nu Sae itu. “Yang pasti, Allah telah menentukan keputusannya memenangkan Rahman untuk memimpin Kabupaten Bogor lima tahun ke depan,” katanya pasrah.

Sementara itu, calon bupati Fitri Putra Nugraha (Nungki) usai penghitungan perolehan suara di TPS, ketika berusaha dikonfirmasi sudah sulit dihubungi. Nada dering di handphone-nya terdengar aktif tapi tak kunjung ada jawaban. Pesan pendek (SMS) pun tidak pernah dibalas.

Beberapa orang terdekat Nungki yang sempat dihubungi Radar Bogor pun mengaku tidak bisa menghubungi calon orang nomor satu di Kabupaten Bogor itu. Hidayat juga tak menampik kalau sempat berusaha berkomunikasi dengan Nungki tapi susah dihubungi. Salah satu orang terdekatnya pun demikian ketika Radar Bogor ingin mengetahui keberadaan Nungki.

Masih penasaran terhadap keberadaan Nungki, Radar Bogor menyempatkan diri mendatangi tiga rumah yang sering disinggahinya. Rumah pertama yakni rumah dua tingkat di Perumahan Puri Nirwana. Di rumah itu tampak kosong karena tak ada orang yang menungguinya.

Pagarnya tertutup dan lampu kamar atas saja yang menyala. Hanya teronggok satu poster besar bergambar Nungki dan calon wakil bupati Endang Kosasih dengan latar belakang warna kuning yang tertempel di pintu parkir rumah.

Rumah berikutnya di Perumahan Bumi Sentosa di Kelurahan Karadenan Kecamatan Cibinong. Rumah yang tergolong masih baru ini merupakan salah satu tempat beristirahat calon wakil bupati Endang Kosasih. Namun, di rumah ini pun terlihat lengang. Pintu rumah tertutup dan tidak ada tanda orang berada di dalamnya.

Rumah terakhir yang Radar Bogor datangi yakni di Perumahan Mutiara Sentul. Di rumah bergaya minimalis ini terlihat orang-orang yang selalu ikut saat pasangan Nu Sae berkampanye. Namun, ketika Radar Bogor menanyakan keberadaan Nungki, mereka semua menggeleng.

“Tadi sih Nungki sempat ke sini, tapi tidak lama langsung pergi entah ke mana,” ujar seorang di antara mereka yang tinggal di rumah tersebut.
Sebelumnya, saat Nungki menyalurkan hak pilihnya di TPS 01 Kampung Banceuy Desa Babakanmadang Kecamatan Babakanmadang, ia berjanji akan mendatangi kantor DPD Partai Golkar sekitar pukul 15:00 WIB untuk bersama-sama melihat hasil penghitungan suara.

Namun, hingga pukul 16:00 WIB Nungki tak kunjung tiba. Kantor DPD Partai Golkar pun lengang. Tidak banyak yang datang ke kantor berwarna kuning ini.
Menanggapi hal ini, Hidayat yakin Nungki dan Endang Kosasih secara mental telah siap menerima konsekuensi dari proses demokrasi ini. Demikian juga tim sukses dan masyarakat yang mendukung Nu Sae.

“Yang terpenting setelah proses ini seluruh masyarakat Kabupaten Bogor yang semula berbeda pilihan dapat berasimilasi kembali untuk menjaga kedamaian di tengah masyarakat,” harap Hidayat.(ndi)

Sumber :Radar Bogor

Oleh: DPRa Cikeas | 2 Desember 2008

Menang Besar di Semua Kecamatan

BOGOR – Rachmat Yasin-Karyawan Faturachman (Rahman) memang ruarr biasa (baca luar biasa). Pasangan bernomor urut 5 ini menang besar alias unggul mutlak atas pasangan Nungki sareng Endang Kosasih (Nu Sae) pada Pilbup putaran kedua, kemarin. Rahman menang telak hampir di semua kecamatan se-Kabupaten Bogor.

Berdasarkan data sementara hasil quick count (penghitungan cepat) Lingkaran Survei Indonesia (LSI), perolehan suara Rahman mencapai 63,55%, sedangkan Nu Sae 36,45 % dengan partisipasi pemilih 54,48 % dan golput 45,52%. Quick count tim Rahman juga memperlihatkan hasil yang hampir sama, di mana Rahman mengumpulkan suara 892.936 (64.40%) dan Nu Sae 493.623 (35.60%). Total suara yang masuk hingga pukul 23:00 WIB sudah 90 persen.

Keunggulan Rahman juga tampak dari real count versi Radar Bogor. Rahman menyapu bersih perolehan suara 40 kecamatan di Kabupaten Bogor. Di semua kecamatan, pasangan ini menang di atas 52 persen. Di kecamatan Dramaga, Rahman menang luar biasa dengan 82,68 persen.

Bagaimana dengan real count KPU Kabupaten Bogor dan tim Nu Sae? Hingga tadi malam, baik KPU maupun Nu Sae, keduanya tidak mengeluarkan data penghitungan sementara.

Nu Sae beralasan, data perolehan suara sementara hanya untuk kalangan internal dan belum bisa dipublikasikan. Sedangkan KPU jauh-jauh hari sudah mengumumkan tak akan mengeluarkan data penghitungan sementara sebelum pleno dilangsungkan.

Ya, keunggulan Rahman di atas 60 persen tersebut memang di luar dugaan. Sebelumnya, para pengamat politik memperkirakan pertarungan Rahman dengan Nu Sae bakal ketat. Prediksi itu wajar, mengingat Nu Sae yang beberapa hari sebelum pencoblosan melakukan koalisi dengan PKS, Partai Demokrat dan dukungan IKBC.

Tapi kenyataannya justru Rahman unggul. Koalisi Rakyat yang digalang Rahman sukses menjaring dukungan lebih luas. Selain itu, faktor kepopuleran Rahman juga terus mendongkrak tim Rahman.

Lalu, bagaimana reaksi Rachmat Yasin (RY) dan Karyawan Faturachman (KF)? Mereka menganggap keunggulan tersebut ibarat dua sisi mata uang. Di satu sisi ada kegembiraan dan di sisi lain merupakan konsekuensi untuk memberikan harapan baru kepada masyarakat Kabupaten Bogor.

“Inalillahi wainna illaihi rojiun. Ini adalah tanggung jawab besar yang harus kami perjuangkan karena merupakan amanah masyarakat Kabupaten Bogor. Kabupaten Bogor harus lebih baik dan maju,” tegas RY yang didampingi wakilnya Karyawan Faturahman dan Wawan Risdiawan saat konferensi pers di kediaman RY di Dramaga, kemarin.

Mantan Ketua DPRD Kabupaten Bogor ini mengatakan, setelah hasil unggul sementara yang diraihnya, RY-KF akan segera bersilaturahmi kepada rivalnya Nu Sae. “Kami akan segera bersilaturahmi ke Nu Sae,” kata RY.

RY juga berjanji menganut pemerintahan yang akomodatif dan terbuka. Artinya, pemerintahan yang dipimpinnya nanti akan merangkul semua kalangan. Selebihnya, RY juga berterima kasih atas dukungan masyarakat dan sejumlah parpol serta ormas yang sudah bergabung mendukung Rahman.

Hal senada diungkapkan KF. Pria yang akrab dipanggil Wawan itu juga menyampaikan terima kasih atas dukungan masyarakat. “Bagi kami ini hanya masalah jabatan, tapi kita tetap sama. Duduk sama rendah berdiri sama tinggi,” ujarnya.

Wawan juga mewanti-wanti timnya agar tetap mengawal keunggulan perolehan yang telah diraih Rahman pada putaran kedua. “Kita jangan lagi lalai dan lengah. Pengalaman putaran pertama kita lalai dan lengah. Jadi, mari sama-sama kita kawal keunggulan perolehan suara ini,” ujarnya.

Bagaimana bila KPU punya data berbeda? Rahman menegaskan, data yang dimilikinya diserta dengan para saksi. Keunggulan perolehan sementara tersebut, tegas RY, merupakan kemenangan rakyat. “Kita menang di 37 kecamatan dan kita punya data serta saksi. Silakan berbeda pendapat, tapi tetap kami dong yang dilantik,” paparnya.

Sementara sejumlah pendukungnya berteriak akan bergerak bila KPU mengeluarkan angka yang berbeda dengan hasil perolehan sementara. “Kita akan bergerak,” teriak seorang pendukung Rahman saat konferensi pers.(dra)

Sumber : Radar Bogor

Oleh: DPRa Cikeas | 17 November 2008

Lowongan CPNS Kab. Bogor 2008

PENGUMUMAN

NOMOR : 816.1/189-Kepeg

PENERIMAAN CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL DAERAH

DILINGKUNGAN PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN BOGOR FORMASI TAHUN 2008

I. Berdasarkan Surat Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara nomor : B/179.P/M.PAN/10/2008 tanggal 31 Oktober 2008 Perihal Persetujuan Rincian Formasi CPNS Daerah Tahun 2008 dan Surat Keputusan Bupati Bogor nomor: 871/519/Kpts/Huk/2008 tanggal 10 November 2008 tentang Formasi Calon Pegawai Negeri Sipil Daerah dari pelamar umum di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Bogor Tahun 2008, Pemerintah Kabupaten Bogor membuka kesempatan kepada masyarakat dengan latar belakang pendidikan tertentu untuk mengikuti Seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil Daerah (CPNSD) Formasi Tahun 2008 berjumlah 235 orang dengan rincian kebutuhan sebagai berikut:

JABATAN KUALIFIKASI PENDIDIKAN
KODE FORMASI
JUMLAH
Guru Kelas SD S1 PGSD 0101 5
D2 PGSD 0102 15
Guru SMP S1/AIV Matematika 0203 5
S1/AIV Sejarah 0204 4
S1/AIV Fisika 0205 4
S1/AIV Bahasa Daerah (Bahasa sunda ) 0206 3
S1/AIV Geografi 0207 4
S1/AIV Komputer 0208 4
S1/AI|V Penjaskes 0209 3
S1/AIV Agama Islam 0210 3
Guru SMA S1/AIV Bahasa Indonesia 0311 2
S1/AIV Matematika 0312 2
S1/AIV Sejarah 0313 2
S1/AIV Geografi 0314 2
S1/AIV Sosiologi/Antropologi 0315 3
S1/AIV Psikologi Pendidikan (BP) 0316 2
S1/AIV Fisika 0317 3
S1/AIV Biologi 0318 1
S1/AIV Bahasa Perancis 0319 1
S1/AIV Bahasa Jerman 0320 1
S1/AIV Bahasa Jepang 0321 1
S1/AIV Bahasa Inggris 0322 2
S1/AIV Kesenian 0323 2
S1/AIV Penjaskes 0324 3
S1/AIV Agama Islam 0325 3
Guru SMK S1/AIV Matematika 0426 2
S1/AIV Sejarah 0427 1
S1/AIV Kewirausahaan/Tata Niaga 0428 2
S1/AIV Teknik Mesin Otomotif 0429 2
S1/AIV Fisika 0430 2
S1/AIV Kimia 0431 2
S1/AIV Teknik Mesin 0432 1
S1/AIV Teknik Elektro 0433 1
S1/AIV Teknik Bangunan 0434 1
S1/AIV TI/Komputer 0435 3
S1/AIV Teknik Elektro (Arus Lemah) 0436 1
S1/AIV Kepariwisataan ( Tata Boga ) 0437 1
S1/AIV Penjaskes 0438 1
Dokter Spesialis Kandungan Dokter Spesialis Kandungan 0539 1
Dokter Spesialis THT Dokter Spesialis THT 0540 1
Dokter Spesialis Orthopedi Dokter Spesialis Orthopedi 0541 1
Dokter Spesialis Anestesi Dokter Spesialis Anestesi 0542 1
Dokter Spesialis Anak Dokter Spesialis Anak 0543 1
Dokter Umum Kedokteran Umum 0544 12
Dokter Gigi Kedokteran Gigi 0545 2
Bidan D3 Kebidanan 0546 16
Perawat D3 Keperawatan 0547 21
Analis Kesehatan/Pranata Lab D3 Analis Kesehatan (AAK) 0548 2
Sanitarian D3 Kesehatan Lingkungan 0549 2
Apoteker Apoteker 0550 2
Asisten Apoteker D3 Farmasi 0551 2
Radiografer D3 Rongent 0552 2
Fisioterapy/Rehab Medik D3 Fisioterapy 0553 2
Nutrisionis S1 Gizi Kesehatan 0554 2
D3 Gizi 0555 2
Penyuluh Kesehatan Masyarakat S1 Kesehatan Masyarakat 0556 3
Analis Kepegwaian S1 Manajemen SDM 0657 2
S1 Psikologi 0658 2
Analis Jabatan S1 Administrasi Negara 0659 2
Auditor S1 Ekonomi Akuntansi 0660 4
S1 Ekonomi Manajemen 0661 3
Pengawas Ketenagakerjaan dan Pengkajian Produk Hukum S1 Hukum Perdata 0662 3
S1 Hukum Pidana 0663 1
Penyuluh Kehutanan S1 Kehutanan 0664 2
Penyuluh Pertanian S1 Sosek Pertanian 0665 3
D3 Pertanian (Manajemen Agribisnis) 0666 2
Penyuluh Peternakan S1 Peternakan 0667 2
Perencana S1 Teknik Sipil 0668 2
D3 Teknik Sipil 0669 2
S1 planologi 0670 2
Pranata Kompter dan Operator SIAK S1 Teknik Informatika 0671 3
S1 Teknologi Informasi 0672 2
S1 Ilmu Komputer 0673 3
D3 Komputer 0674 2
Arsiparis S1 Kearsipan 0675 1
Pranata Humas S1 Hubungan Internasional 0676 2
Teknik Tata Bangunan dan Perumahan S1 Arsitektur 0677 2
Surveyor S1 Pertanahan (Agraria) 0678 2
D3 Pertanahan (agraria) 0679 2
Teknik pengairan D3 Teknik Pengairan 0680 2
Perekayasa S1 Teknik Elektro 0681 2
Penguji Kendaraan Bermotor DIV Transportasi Darat 0682 1
D3 LLAJ 0683 2
D3 Penguji Kendaraan Bermotor 0684 2

Bagi masyarakat yang beminat menjadi CPNSD Pemerintah Kabupaten Bogor agar menyampaikan surat lamaran dengan ketentuan sebagai berikut :

II. Persyaratan Umum Pelamar

  • Warga Negara Indonesia ;
  • Bertaqwa kepada tuhan Yang Maha esa ;
  • Memiliki integritas yang tinggi terhadap NKRI ;
  • Berusia serendah-rendahnya 18 (delapan belas) tahun dan setinggi-tingginya 35 (tiga lima) tahun per 1 Februari 2009. bagi yang berusia lebih 35 (tiga lima) tahun sampai 40 (empat puluh) tahun per 1 Februari 2009 diberikan kesempatan kepada :
    • Tenaga Honorer di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bogor yang telah memiliki masa kerja sekurang-kurangnya 11 (sebelas) tahun 10 (sepuluh) bulan per 1 Februari 2009 secara terus-menerus;
    • Tenaga Pendidik (Guru) yang telah memiliki masa kerja sekurang-kurangnya 11 (sebelas) tahun 10 (sepuluh) bulan per 1 Februari 2009 secara terus-menerus pada lembaga pendidikan negeri atau swasta;
  • Tidak pernah dihukum penjara atau kurungan berdasarkan putusan pengadilan yang telah mempunyai ketetapan hukum yang tetap, karena melakukan suatu tindak pidana kejahatan;
  • Tidak pernah diberhentikan dengan hormat tidak atas permintaan sendiri atau tidak dengan hormat sebagai PNS/Anggota TNI/ Anggota POLRI.
  • Tidak berkedudukan sebagai Pegawai Negeri Sipil/calon Pegawai Negeri Sipil.
  • Mempunyai pendidikan, kecakapan, keahlian dan keterampilan yang diperlukan serta memiliki latar belakang pendidikan dari perguruan tinggi yang terakreditasi atau telah mendapat ijin operasional/penyelenggaraan dari DIRJEN DIKTI DEPDIKNAS, sesuai dengan formasi yang tersedia.
  • Berkelakuan baik.
  • Sehat jasmani dan rohani.
  • Bersedia ditempatkan di seluruh wilayah Kabupaten Bogor.
  • Bersedia melepaskan jabatan pengurus dan atau anggota partai politik jika dinyatakan lulus sebagai CPNSD.

III. Tata Cara Pendaftaran

  • Pendaftaran CPNSD tahun 2008 Kabupaten Bogor dibuka dari tanggal 15 November s/d 24 November 2008 (Cap pos), pelamar yang mendaftar sebelum tanggal 15 November dan sesudah 24 November 2008 (Cap pos) dianggap GUGUR
  • Surat lamaran ditulis tangan dengan tinta hitam dan ditandatangani diatas materai 6000.
  • Surat lamaran ditujukan kepada BUPATI BOGOR melalui PO.BOX.2008. Cibinong , di Cibinong.
  • Persyaratan Khusus :
    • Foto copy Ijazah/Akta IV beserta transkip Nilai yang sah yang dikeluarkan dari Sekolah / Perguruan tinggi yang terakreditasi atau telah mendapat ijin operasional/penyelenggaraan dari DIRJEN DIKTI DEPDIKNAS serta dilegalisir/disahkan oleh pejabat yang berwenang.
    • Pas photo hitam putih ukuran 4X6 cm sebanyak 4 (empat) lembar (Tulis nama dan tanggal lahir di belakang pas photo).
    • Foto copy KTP yang masih berlaku.
    • Surat berbadan sehat dari dokter pemerintah terbaru (Dokter PUSKESMAS atau Rumah Sakit Negeri) Asli.
    • Kartu Tanda Pencai Kerja (Kartu kuning) dari Dinas Tenaga kerja (foto copy dilegalisir).
    • Khusus bagi pelamar berusia lebih 35 (tiga lima) sampai 40 (empat puluh) tahun harus melampirkan bukti pengangkatan yang dilegalisir oleh pimpinan unit kerjanya.
    • Bagi tenaga dokter harus melampirkan foto copy Surat Tanda Registrasi (STR).
    • ulis kode formasi pada sampul lamaran di pojok kanan atas.
  • Semua berkas lamaran dan surat lamaran dimasukan ke dalam sampul lamaran berwarna coklat dikirim lewat pos, dengan menggunakan Flat Rate Rp. 7.500, disertai amplop untuk surat balasan bertuliskan alamat rumah lengkap dengan nomor telepon yang dapat dihubungi) yang tertempel Flat Rate Rp. 7.500 (untuk informasi dapat menghubungi kantor pos terdekat).
  • Apabila salah satu point persyaratan diatas tidak dipenuhi, maka pelamar dinyatakan gugur dalam seleksi administrasi dan apabila salah satu dokumen/pernyataan diatas tidak benar (palsu) yang bersangkutan dapat digugurkan dari seleksi maupun dari pengangkatan sebagai CPNSD.

IV. Pelaksanaan Testing

a. Tahap Pertama (Seleksi Administrasi)

Bagi pelamar yang dinyatakan lulus seleksi tahap pertama (Seleksi Administrasi) akan menerima surat pemanggilan dan nomor test tertulis/akademis. Untuk pelamar yang dinyatakan tidak lulus seleksi administrasi akan diberi surat balasan/pemberitahuan.

b. Tahap kedua (Seleksi Akademik)

Test tertulis /akademik dilaksanakan pada tanggal 7 Desember 2008, tempat akan ditentukan panitia kemudian.

c. Materi Test:

1. Test Kompetensi Dasar terdiri dari:

  • Test Pengetahuan Umum (TPU)
  • Test Bakat Skolastik ( TBS)
  • Test Skala Kematangan (TSK)

2. Test Kompetensi Bidang, sesuai dengan kompetensi jabatan atau pekerjaan yang dilamar.

V. Ketentuan lain:

  • Bagi pelamar yang dinyatakan lulus ujian tahap kesatu dan kedua diharuskan melakukan pemberkasan sebelum diusulkan menjadi CPNSD (ditetapkan NIPnya) oleh Pejabat Pembina Kepegawaian Daerah kepada Badan Kepegawaian Negara.
  • Pendaftaran tampa dipungut biaya apapun.
  • Berkas lamaran yang telah masuk kepanitia tidak dapat diambil kembali.
  • Pemanggilan pelamar yang memenuhi persyaratan administrasi akan dilakukan melalui Kantor pos.
  • Hal-hal yang belum diatur dalam petunjuk teknis akan diatur kemudian oleh panitia.
  • Keputusan Panitia tidak dapat digangu gugat.

Ditetapkan di : Cibinong

Pada Tanggal: 11 November 2008

Pj. BUPATI BOGOR

T.t.d

SOEMIRAT

Older Posts »

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.